Rss Feed
Rss Feed

Minggu, 16 Juni 2013

DEAR ISNU

DUA FOTO MASA KECIL ITU

1
malam ini aku kembali menangis. aku cengeng nu. kedua foto itu begitu ampuh menguras air mata yang lama aku simpan. tapi tenang saja, ini hanya sementara. aku tidak boleh mengajari mereka untuk lemah dan cengeng untuk menjalani nasib.

kamu pasti tahu kan nu, betapa kedua foto masa kecil itu begitu mengakar kuat di hatiku? ya, bahkan tanpa gambar pun aku bisa melihatnya dengan sangat detail. aku tidak hanya melihat gambar apa saja yang nampak, namun cerita yang tersirat itulah yang lebih jelas aku baca. itulah yang membuatku nangis nu.

aku ingat betul bagaimana ia sering aku buat nangis semasa kecil. sampai pada saatnya, ia terjebak dilingkungan yang salah dan tanpa perlindungan. ia dipersalahkan. dan aku juga bodoh ikut menyalahkannya. aku tidak ingat kalau ia saat itu adalah bocah berumur 12 tahun.

aku ingin bayar semua itu nu. aku tahu ia pasti pernah merasa terancam, kebingungan dan menangis cengeng seperti aku saat ini. harapku, kami bisa selalu bersatu dan rukun sampai kapan pun.

2
aku tahu posisinya sangat sulit kala itu. aku ingat betul bocah umur 3 tahun itu berlari-lari di tepi parit mengejarku. aku juga tahu jika ia selalu merindukanku. mungkin, saat ini pun ia masih merinduku pulang. tapi entahlah, saat ini aku tak nyaman lagi pulang nu.

harapku, ia selalu bisa mamnjat nu. ya, memanjat nasib yang masih selalu curam baginya. semoga dulu, kala aku selalu memintanya memanjat tangga dan ia berhasil, itu menjadi benar-benar bermanfaat sekarang. sekarang, ia harus bisa memanjat dan lebih kuat dari anak-anak seusianya.

aku yakin, dan kalian juga harus yakin. kita memang terlahir untuk bisa lebih kuat dari anak-anak, remaja dan manusia pada umumnya. aku sapa kalian dengan hatiku malam ini

12:29, selasa, 24-12-20014




Poskan Komentar