Rss Feed
Rss Feed

Kamis, 04 Juli 2013

REGGAE, PERSAMAAN HAK DAN GERAKAN SPIRITUAL RASTA

Perlu kamu tahu, Bob Marley adalah pengikut dari gerakan Rastafari yang sangat dibanggakan (Bob Marley menjadi pengikut Rastafari di tahun 1967). Dalam dunia Rastafari, ia disebut-sebut sebagai Nabi yang diutus Tuhan untuk kaum Rasta. Pada musik Reggae yang dibawa Bob Marley, jika dihubung-hubungkan dengan posisinya dalam gerakan Rastafari, maka musik Reggae yang dibawakannya adalah alat untuk menyebarkan ajaran Rastafari ke seluruh dunia.




REGGAE, PERSAMAAN HAK DAN GERAKAN SPIRITUAL RASTA

Aku pengen ngerti tentang reggae tuh mulai 2008. Sebelum tahun itu, aku nggak kenal dan nggak peduli sama sekali tentang reggae. Mulai tahun itulah aku kenal sama musiknya Steven & Coconut Treez, Tony Q Rastafara, Shaggy Dog , Ras Muhammad, Souljah, Geng Kobra dan lain sebagainya. Sejak itulah aku penasaran banget pengen ngerti semua tentang reggae. Dari mana sih reggae itu? Siapa sih Bob Marley itu? Apa sih hubungan reggae dengan rasta? Rasta itu apa sih? Apa hubungannya dengan gerakan Rastafari? Banyak banget deh pokoknya pertanyaan-pertanyaan yang musti aku jawab waktu itu.

Dari mana musik reggae berasal ?
Tahun 1968 banyak yang bilang menjadi tahun kelahiran musik reggae. Reggae lahir di Jamaika, sebuah negara di benua Amerika. Lahirnya musik reggae dipelopori oleh orang-orang kulit hitam dari Afrika yang dibawa sebagai budak pada zaman kolonialisme Antara abad 15 – 18 M.

Musik reggae bukanlah musik khas dari penduduk asli Jamaika, yaitu suku Indian Arawak. Saat pulau Jamaika pertama di temukan oleh Columbus pada abad ke 15, yang menghuni pulau itu adalah suku Indian Arawak. Namun pada abad ke 16, kolonialisme Inggris dan Spanyol mengusir suku asli itu, lalu menggantikannya dengan ribuan budak yang dibawa dari Afrika.

Budak-budak dari Afrika itu dipekerjakan di perusahaan gula dan perkebunan yang bertebaran di sana. Sejarah kelam penindasan antar manusia pun dimulai dan berlangsung hingga lebih dari dua abad. Baru pada tahun 1838 praktek perbudakan dihapus, yang diikuti pula dengan melesunya perdagangan gula dunia.

Nah, di tengah kerja berat dan ancaman penindasan, kaum budak Afrika masih memelihara tradisi dan kebudayaan mereka, termasuk dalam bermusik. Mereka banyak mengisahkan kehidupan di Afrika dengan nyanyian dan bunyi-bunyian sederhana semacam dram. Hal itulah yang menyebabkan bangsa Afrika di Jamaika masih nampak corak aslinya.

Awal mula perkembangan musik reggae
Sebelum Reggae muncul, sudah ada beberapa genre musik yang menjadi akar munculnya reggae. Dahulu, masyarakat Jamaika sudah mengenal musik Ska dan Rocsteady. Namun, karena musik itu dipandang oleh orang-orang keturunan Afrika tidak sesuai dengan keadaan –waktu itu penuh dengan penindasan dan kesengsaraan. Tidak ada kemerdekaan individu-. Mereka lebih membutuhkan musik dengan tempo yang lebih pelan dan penuh penghayatan, yaitu reggae.

Kata “reggae” diduga berasal dari pengucapan dalam logat Afrika dari kata “ragged” (gerak kagok–seperti hentak badan pada orang yang menari dengan iringan musik ska atau reggae). Irama musik reggae sendiri dipengaruhi oleh berbagai aliran musik, R&B, Soul, Rock, ritmik Afro-Caribean (Calypso, Merengue, Rhumba) dan musik rakyat Jamaika yang disebut Mento, yang kaya dengan irama Afrika.

Reggae dan persamaan hak di Jamaika
Musik reggae cepat berkembang dan sangat diterima rakyat karena benar-benar mencerminkan keadaan. Kamu bisa bayangin, saat kamu sedang putus cinta. Lalu kamu dengerin lagu mellow, pasti merasuk banget kan. Itulah yang dirasakan rakyat Jamaika, khususnya rakyat kelas bawah yang didominasi oleh orang kulit hitam.  

Ciri-ciri awal musik reggae adalah tempo musiknya lambat dengan dentum bas dan rhythm guitar lebih menonjol. Seperti ada patahan-patahan pada rhythm guitar nya. Karakter vokal reggae biasanya berat dengan pola lagu seperti pujian (chant). Bentuk lagu yang seperti itu sangat mendukung penyampaian pesan melalui lirik lagu yang terkait dengan tradisi religi Rastafari dan permasalahan sosial politik humanistik dan universalitas.

Album “Catch A Fire” (1972) yang diluncurkan Bob Marley and The Wailers dengan cepat melambungkan reggae hingga ke luar Jamaika. Kepopuleran reggae di Amerika Serikat ditunjang pula oleh film The Harder They Come (1973) dan dimainkannya irama reggae oleh para pemusik kulit putih seperti Eric Clapton, Paul Simon, Lee ‘Scratch’ Perry dan UB40. Irama reggae pun kemudian mempengaruhi aliran-aliran musik pada dekade setelahnya, sebut saja varian reggae hip hop, reggae rock, blues, dan sebagainya.

Hubungan Reggae dan spiritualitas Rasta
Sebelum menjawab apa hubungan reggae dan rasta (sebutan singkat untuk aliran Rastafari), alangkah lebih baiknya kamu ketahui dulu apa itu aliran rastafari. Berikut ini aku kasi kamu pengetahuan singkat mengenai aliran rastafari, setelah itu baru menjawab pertanyaan apa hubungan reggae dan rastafari. Yo man?

Apa itu gerakan Rasta atau Rastafari?
Rastafari merupakan gerakan atau jalan hidup yang memperjuangkan persamaan hak dan kedudukan antar ras di Jamaika. Nama Rastafari berasal dari Ras Täfäri, nama Haile Selassie I sebelum ia dinobatkan menjadi kaisar Ethiopia. Saat itu, pada tahun 1930-an orang-orang kulit hitam berada pada tingkat tatanan sosial paling bawah, sementara orang-orang kulit putih dan agama mereka (umumnya Kristen) berada di paling atas.

Gerakan Rastafari dimulai dari motivasi yang diberikan oleh Marcus Garvey agar orang-orang kulit hitam bangga akan diri serta warisan-warisan budaya asli mereka. Sejak itulah ramai diperbincangkan tentang rasa cinta dan bangga terhadap diri sendiri. Ras kulit hitam itu berasal dari Afrika, jadi mereka membawa berbagai kebudayaan Afrika ke Jamaika.

Ada tiga warna yang menjadi simbol Rastafari, yaitu merah, emas dan hijau. Warna-warna ini seringkali terlihat dalam pakaian dan hiasan-hiasan lainnya. Merah melambangkan darah para martir, hijau melambangkan tetumbuhan Afrika, sementara emas melambangkan kekayaan dan kemakmuran yang ditawarkan Afrika. (Sebaliknya, sejumlah pakar Ethiopia menyatakan bahwa warna-warna ini berasal dari pepatah lama y ang mengatakan bahwa sabuk Perawan Maria adalah pelangi, dan bahwa warna merah, emas, dan hijau melambangkan semuanya ini.)

Rastafari berkembang di antara penduduk yang sangat miskin, yang merasa bahwa masyarakat tidak mau menolong mereka kecuali membuat mereka menjadi lebih menderita. Kaum Rasta memandang diri mereka sebagai penggenap suatu visi tentang bagaimana orang Afrika harus hidup. Mereka merebut kembali apa yang mereka anggap sebagai kebudayaan yang telah dicuri dari mereka ketika dibawa di kapal-kapal budak ke Jamaika, tempat lahir gerakan ini.

Salah satu ciri dari Rastafari adalah hidup dekat dengan alam dan menjadi bagian dari alam. Pendekatan Afrika terhadap "hidup dekat alam" ini terlihat dalam rambut gimbal, ganja (marijuana), makanan ital, dan dalam segala aspek kehidupan Rasa. Mereka membenci pendekatan (atau, seperti yang mereka pahami, non-pendekatan) modern terhadap kehidupan karena dianggap tidak alamiah dan terlalu objektif dan menolak subjektivitas.

Kaum Rasta mengatakan bahwa para ilmuwan berusaha menemukan bagaimana dunia kelihatan dari luar, sementara kaum Rasa mendekatinya dengan melihat kehidupan dari dalam ke luar. Individu mendapatkan kedudukan sangat penting dalam Rastafari, dan setiap Rasta harus mencari kebenaran untuk dirinya sendiri.

Rastafari bukanlah sebuah agama. Malah, sebagian kaum Rasta mengatakan bahwa Rastafari hanyalah suatu "jalan Kehidupan". Kebanyakan kaum Rasta tidak mengidentifikasikan dirinya dengan sekte atau denominasi apapun. Namun, ada juga yang menyebutkan Rastafari adalah sebuah gerakan agama baru yang muncul dari agama Kristen, seperti halnya agama Kristen muncul dari Yudaisme. Pada 1996, gerakan Rastafari di seluruh dunia mendapatkan status konsultatif dari Perserikatan Bangsa-bangsa.

Saat ini gerakan Rastafari telah menyebar di berbagai tempat di dunia, terutama melalui imigrasi dan minatnya dilahirkan oleh musik Nyahbinghi dan reggae —khususnya musik Bob Marley, yang dibaptiskan dengan nama Berhane Selassie (Cahaya Tritunggal) oleh Gereja Ortodoks Ethiopia sebelum ia meninggal, sebuah langkah yang juga diambil belakangan oleh jandanya, Rita.

Apa hubungan Reggae dan Rasta?
Untuk kamu yang cinta banget sama reggae sudah pasti kenal sama Bob Marley atau Robert Nesta Marley. Perlu kamu tahu, Bob Marley adalah pengikut dari gerakan Rastafari yang sangat dibanggakan (Bob Marley menjadi pengikut Rastafari di tahun 1967). Dalam dunia Rastafari, ia disebut-sebut sebagai Nabi yang diutus Tuhan untuk kaum Rasta.

Pada musik Reggae yang dibawa Bob Marley, jika dihubung-hubungkan dengan posisinya dalam gerakan Rastafari, maka musik Reggae yang dibawakannya adalah alat untuk menyebarkan ajaran Rastafari ke seluruh dunia.   

Bob Marley tentunya adalah bintang musik “dunia ketiga” pertama yang jadi penyanyi group Bob Marley & The Wailers dan berhasil memperkenalkan reggae lebih universal. Meninggalnya Bob Marley kemudian memang membawa kesedihan besar buat dunia, namun penerusnya seperti Freddie McGregor, Dennis Brown, Garnett Silk, Marcia Fiffths dan Rita Marley serta beberapa kerabat keluarga Marley bermunculan. Rasta adalah jelas pembentuk musik Reggae yang dijadikan senjata oleh Bob Marley untuk menyebarkan Rasta ke seluruh dunia.

Perjuangan Bob Marley sampai saat ini masih berlanjut. Penerusnya adalah kalian semua para pecinta reggae di seluruh dunia. Kamu bisa ambil ajaran Rastafari sebagai jalan hidup kalian. Ajaran yang menomor satukan perdamaian, persamaan derajat, semangat, perjuangan, cinta alam, dan kepercayaan diri. Jangan ambil reggae dari segi wolesnya saja ya man.

Aku pengen ngutip beberapa kalimat dari syair lagunya mas Tony Q Rastafara malah. Ini, "reggae nggak harus gimbal, gimbal nggak selalau reggae, reggae nggak harus beganjo, beganjo nggak selalu reggae, reggae musiknya pecinta damai"


dari berbagai sumber
edy arif tirtana







Posting Komentar