Rss Feed
Rss Feed

Kamis, 13 Februari 2014

VALENTINE: BER "SAYANG-SINAYANG" LAH SEBELUM TERLAMBAT


Berhubung besok banyak yang nyebut hari valentine atau biasa orang menyebutnya dengan “hari kasih sayang, aku mau ngebahas tentang “sayang-sinayang”. Ya, mengapa harus “sayang si nayang”? karena kalau hanya “sayang” saja -tanpa “sinayang”-, maka akan kelihatan lumayan aneh dan pasti bikin nyeseg baju lantaran ukuran dada membesar gara-gara terisi air mata yang over produksi.
 


Aku ambil dari pepatah Jawa “sawang si nawang”. Nah, jadinya nggak hanya satu subjek saja yang melihat. Tapi disitu melibatkan dua objek saling berbeda yang saling berinteraksi, alias saling melihat. Begitu itu maksudku. Sayang si nayang harus digalakkan –tapi ya jangan galak-galak banget ya, ntar malah jadinya serem kayak guru BK- demi mencegah terjadinya over load volume dada oleh air mata gara-gara intensitas rasa nyeseg yang berkepanjangan.

Kata temenku, di hari valentine ini adalah moment yang sangat tepat untuk kamu ngungkapin rasa sayang pada orang yang kamu sayang. Kamu bisa ngungkapin rasa sayang kamu ke ibu, bapak, ibunya ibu, bapaknya bapak, adik, adiknya adik dan neneknya nenek juga. Siapa tahu rasa sayang mu itu dibales sama mereka. Kalau rasa sayangmu itu dibales, itulah yg aku sebut dengan “sayang-sinayang”. Penting nggak za? Tapi bukan itu yang mau aku bahas.


Aku ada beberapa pertanyaan nih buat kamu, dijawab dengan jujur ya. Jangan sampai kamu bohong, ntar hidungmu memanjang kayak Pinokio. Silakan dijawab via koment atau ngisi buku tamu. Ini nih pertanyaannya:
 

  1. Sampai saat ini, Apakah kamu yakin punya hati dan otak? 
  2. Apakah kamu juga yakin bahwa teman-temanmu yang lain juga punya hati dan otak?
  3. Kamu lebih pilih mana antara dikasih sayang saban seminggu 3 kali atau tiap hari valentine?

Aku mulai dari kutipan status FB ku semalem:
"Mari kita SAYANG-SINAYANG tidak hanya sekedar dengan coklat, bunga, SMS dan kata-kata manis yang biasanya digunakan."

Baiklah, itu kutipan status FB ku tadi. Ya, tentang sebuah ajakan sayang-sinayang di hari yang diyakini hari kasih sayang ini. Kalau aku sih emang lebih suka menyebutnya dengan hari sayang-sinayang dari pada hari valentine. Kamu tahu sebabnya? Bahwa Tuhan itu maha penyayang pada siapa pun. Nggak peduli kamu itu golongan yang biasa ngerayain valentine apa enggak.

Kalau saja Tuhan itu seperti manusia, punya perasaan, bisa ngerasain betapa nyesegnya punya segudang rasa “sayang” tapi nggak ada yang “sinayang”, wah Tuhan pasti mendapat award khusus dari seluruh makhluk, khususnya manusia.

Tanpa disadari manusia, sifat “maha penyayang” Tuhan itu jarang sekali dibales oleh manusia. Bahkan di hari yang katanya “hari kasih sayang” ini, aku sangat yakin kasih sayang Tuhan itu belum sebenuhnya terbales. Super nyesegg. Tapi aku juga yakin kok bahwa Tuhan itu nggak seperti manusia yang gampang marah dan kecewa. Jadi aman deh kalian yang hari ini nggak ngucapin atau setidaknya mempersembahkan kasih sayang untuk Tuhan.

Selamat buat kalian semua. Aku sayang Tuhan ku, aku sayang kalian, aku juga sayang pada semuanya biar pun ada saja orang yang memberiku cap kafir karena sudah mengungkapkan rasa sayangku di hari yang banyak orang menyebutnya valentine ini. –itu yang aku rasain dan aku kira saja sih- he..he…

Aku sayang kamu sekarang. Gimana dengan kamu, juga sayang aku kan? semoga begitu, biar terwujud interaksi “sayang-sinayang” diantara kita.      

edy arif tirtana
Posting Komentar