Rss Feed
Rss Feed

Rabu, 28 Mei 2014

BUKAN INFO BEASISWA FULL STUDY UNTUK ORANG YANG GAK SUKA BOHONG


Oke, berhubung sekarang koneksi internetnya sedang busuk. Ketimbang aku mengumpat nggak jelas arahnya, maka aku akan bahas saja tentang “bohong”. Nggak ada hubungannya sih sama koneksi yang busuk. Tapi moga saja bisa ngobatin kekeselan yang terkumpul diperut ini.


Setiap orang, dalam hidupnya pasti pernah berbohong. Maksudku, kalau seseorang sudah mengaku tidak pernah berbohong, itu berarti tandanya dia sudah tidak termasuk golongan manusia lagi. Mungkin dia sudah daftar keanggotaan mahluk lain yang lebih keren dari manusia. Itu juga masih mungkin sih.

Nah, ini yang paling penting.
Bohong itu termasuk perbuatan yang salah atau benar sih? Kadang ada orang bilang, “aku berbohong demi kebaikan kok” atau “kalau aku tidak berbohong, akan timbul marabahaya yang lebih besar” ada lagi, “aku berbohong demi nyenengin hati orang kok.” Dan banyak lagi yang lainnya, dan makin lama makin gak jelas.

Menurutku, kalau bohong ya bohong saja. Bohong itu selamanya perbuatan yang tidak baik dan sangat perlu dihindari. Akui sajalah secara jantan. Semakin disembunyikan, kebohongan itu ibarat tinja. Semakin lama disimpan dalam perut, level aroma busuknya semakin meningkat dan bisa menimbulkan penyakit. Tidak hanya bagi si empunya tinja, tapi juga bagi seseorang yang ada disekitarnya.

Loh, kok bisa? Ya bisa lah.
Tinja, kalau disimpan, lama-lama pasti akan dikeluarkan pula. Parahnya lagi, sebelum keluar tinja, hampir dapat dipastikan terjadi beberapa kali kebocoran gas beracun dari cerobong hitam itu. Orang yang menghirup gas beracun niscaya langsung merasa lemas, kehilangan mood, kehilangan selera makan setahun dan bisa jadi kehilangan nyawa gara-gara dikeroyok massa karena kamu nuduh dia lah yang mengeluarkan gas beracun. Kejam.

Sekarang pindah ke jujur.
Berbuat jujur kadang seperti minum jamunya Nyonya Meneer yang kuat berdiri sejak 1919. Awalnya pahit, tapi yakin pasti bikin sembuh. Ada efek positif yang dapat diambil setelah kita melakukan perbuatan jujur. Minimal kita tidak lagi menyimpan tinja busuk lah dalam perut kita. Nafas dan pikiran pun menjadi lega.

Tapi, jujur juga kadang perlu waktu dan tempat yang tepat lho. Semisal seperti ini; kamu jalan-jalan di pinggir jalan dan melihat segerombolan cewek sedang melangkah ke arahmu. Ada satu cewek yang resletingnya belum dinaikin/ditutup. Lalu kamu pengen jujur saat itu juga, di tempat itu juga. Kamu teriakin si gadis itu.

“Mbak..!! resleting kamu masih kebuka tuh.” Apa yang mungkin akan terjadi??

Hampir pasti kamu akan digampar. Atau kemungkinan lain adalah dia akan malu banget lalu bunuh diri di tempat. Jauhkan benda tajam dan tambang dari sisinya. Bahaya. Itu contoh jujur yang kurang indah. Jujur yang indah adalah ketika kejujuranmu itu tidak membesarkan kemaluan siapa pun.

Kamu sudah jujur? Pengen beasiswa? Sabar ya. Disini gak ada beasiswa. Yang diatas itu hanyalah judul. Aku bohong. Kamu kecewa? Pengen marah? Pengen ngejar aku sambil bawa palu? Maaf ya, silakan lampiasin kemarahan lewat kolom komen saja.
Poskan Komentar