Rss Feed
Rss Feed

Selasa, 10 Juni 2014

ONE NIGTH IN PULAU PANJANG


One Night in Pulau Panjang


Yang di atas itu hanyalah judul, nggak perlu dianggap sebagai mantra yang setelah membacanya kamu perlu kumur-kumur, terus nyemburin air itu ke muka pacar kalian, seperti dukun-dukun masa lampau. 




Satu malam di pulau panjang ini merupakan kegiatan untuk menyambung tali kekeluargaan antar sesama hati manusia. Tapi kalau semisal ada hantu yang cantik + seksi (dengan catatan nggak pernah berubah jadi jelek) ya tetep dibiarkan ikut. Siapa tahu dia bisa mengurungkan niat para jomblo yang udah lama pengen bunuh diri di samudra yang sangat dangkal itu –ini rahasia-.

Baiklah, langsung saja aplikasinya. Nggak perlu ngebahas tentang teorinya. Rumit soale. Kalau kita bahas materi dulu, bisa sampai seminggu baru selesai. Lalu gagallah rencana bunuh diri para jomblo. Sangat mengenaskan. Dan kita pasti nggak akan tega melihat para jomblo meratapi nasibnya.

Ini dia jadwalnya:

Pemberangkatan sudah fix kita sepakati dari Pantai Kartini Jepara pukul 05.00 sore. Sudah aku pesenin perahu buat nyebrang. Ntar kita diantar sabtu sore dan dijemput sekitar minggu jam 10.00 pagi.

Ingat, berangkatnya SORE, bukan pagi. Namun kalian tetap boleh berangkat pagi kok. Kalau semisal ada yang sudah ngumpul di Pantai Kartini sejak jam 05.00 pagi, maka silakan memanfaatkan waktu seefisien mungkin. Dari pada kamu nunggu kita sampai sore, pasti boring banget. Mending kamu gunain waktu itu untuk nyicil perjalanan. Kamu berenang dulu menuju Pulau Panjang. Ntar kita nyusul sore harinya pakai perahu.

Kenapa berangkat jam 05.00 sore? Ya, karena jam 05.00 sore bisa dipastikan sudah tidak ada penjaga pantainya. Kita bisa masuk pantai kartini secara gratis, tanpa dipungut biaya apapun. Hal itu perlu dilakukan meski kalau dalam jumlah sedikit, kita tetep bisa masuk pantai kartini secara gratis. Ya, biasanya kita menggunakan "pasword khusus" ini: PAK PRONO.

Siapa saja pesertanya?
Menurut rencana yang sudah fix, pesertanya adalah: Kang Tohir sekalian tasnya, Tirta sama gendongannya, shoim dan pasangan, mas rouf dan wahid (bukan berarti mereka saling cinta lho, sumpah BUKAN..!!!), safi’I dan pasangan, malisi dan pasangan (bisa berarti teman) dan tambahan-tambahan lainnya. Silakan yang mau nambah peserta, dari unsur apa pun boleh.

Ngapain saja kita disana?

Seperti biasa, disana kita duduk, berdiri, gemluntung, ngobrol, makan (bisa berarti bakar-bakaran), minum (bisa jadi minum susu anget), lari, berenang, mancing (dilarang memancing emosi), ziarah, sholat dan mungkin kencing + BAB. Acaranya dijamin ketat. Tapi kalau dari segi pakaian, aku nggak berani jamin keketatannya.

Biayanya gimana dong?
Soal biaya nggak perlu dipikir, karena biaya itu hanya perlu dibayar wahai saudaraku. Entah nanti sistemnya bagaimana, tapi tetep biaya itu perlu dibayar oleh orang-orang yang punya uang buat ngebayar itu. Untuk orang yang nggak punya uang gimana? Ya nggak perlu mbayar lah. Sudah selayaknya kita sesama teman saling membantu dan membahagiakan -tidak terkecuali dengan cara minjemin pacar sebentar- AMITABA..  
Poskan Komentar