Rss Feed
Rss Feed

Sabtu, 19 September 2015

Sulit Untuk Memulai Tulisan? Saya Biasa Pakai Obat Ini


Tulisan ini sifatnya sangat personal ya. Jika dianggap kurang atau bahkan tidak manjur sama sekali, tolong simpan hardikanmu di dalam kantong. Jika pun tidak manjur, setidaknya saya sudah jujur tentang cara apa yang biasa saya pakai ketika sulit memulai suatu tulisan.




Pertama, akan lebih mudah jika sebelum memulai suatu tulisan kita sudah mempunyai gambaran awal, lebih baik lagi jika kita sudah punya konsep yang jelas kita mau nulis tentang apa. Level yang lebih baik lagi adalah ketika kita sudah memasukkan sebuah strategi dalam konsep tulisan itu.

Yang saya maksud strategi dalam tulisan ini adalah bahwa untuk menghadirkan tulisan yang kental, padat, jelas dan menarik supaya tujuan kita menghadirkan tulisan itu tercapai. 

Misal begini: 


Saya mau bikin tulisan tentang website ketokohan. Tokohnya itu ki Sabrang Alam. Dalam pikiran, saya ingin buat kesan bahwa ki Sabrang Alam adalah seorang yang bersahaja dan kharismatik. Rencananya, dia juga jualan berbagai macam jimat yang harganya mahal banget.
Nah, dari tujuan awal yang terlintas di pikiran saya itu, maka secara otomatis akan muncul UUD penulisan. UUD nya seperti ini: jika kita mau menciptakan kesan bersahaja dan kharismatik, berarti tulisan tidak boleh menggunakan gaya bahasa yang unyu-unyu dan lebay.
Akan lebih baik jika menggunakan kata “Saya” dan “Anda”.Dalam penulisan, agar benar-benar terkesan bersahaja, maka usahakan hindari tulisan yang bernada pamer. Usahakan tulis dengan gaya bahasa yang merendah. Contoh:  “Ki Sabrang Alam bisa menyembuhkan banyak orang.” Bisa diganti dengan “Tiap hari banyak orang berdatangan meminta berkah pada ki Sabrang Alam.” Kalimat kedua terlihat agak lebih tidak pamer.

Ingat ya, UUD penulisan itu yang buat kita sendiri. Menurut logika kita sendiri-sendiri. Atau untuk memperkaya referensi, kita juga boleh menghimpun beberapa logika orang lain. tapi itu hanya untuk pilihan. Hukumnya mubah. Boleh kita pakai atau tidak. BEBAS.

KEMBALI LAGI KE TEMA “Saya Biasa Pakai Obat Ini Saat Bingung Mengawali Tulisan”

Kalau dipikir-pikir, kenapa sih kita kadang bingun saat mau mengawali sebuah tulisan. Sudah kita tulis beberapa kata, hapus. Tulis beberapa kata lagi, hapus lagi. Nah, saya kerap kali mengalami hal yang semacam itu.

Gini, prinsip dasarnya adalah: Untuk bisa mengobati penyakit, kita tentu perlu tahu dulu penyakitnya apa. Jika kita tidak tahu, maka kita kebingungan mau ngasih obat apa. Jika kita tahu penyakitnya apa, maka tingkat kemanjuran akan meningkat setidaknya 50 %. –ini menurutku-

Maka dari itu, untuk mengatasi sindrom sulit mengawali tulisan, akan lebih baik jika kamu ketahui terlebih dahulu apa sebabnya kamu bisa seperti itu. Ketahui dulu penyakitnya, baru setelah itu kita siap basmi dengan obat yang cocok. 

Penyakitku sih biasanya “Minder” atau khawatir jika tulisanku itu jelek. Kondisi itu juga dipicu dari pikiranku yang sulit sekali menerima (qonaah) atau selalu kurang puas dan merasa masih ada yang lebih baik dari yang aku tulis itu. Sebabnya, aku selalu lelah cari konsep terbaik.

Setelah aku tahu penyakit jenis apa yang aku derita. Maka aku siap membasminya dengan obat yang aku rasa cocok. Nah, obat yang aku rasa cocok itu adalah “Ular Kata”.

Ular Kata itu praktiknya seperti ini: “Aku nulis satu kata pertama dan tidak boleh aku rubah. PR ku adalah melanjutkannya. Ingat ya, PR tugasku adalah melanjutkan satu kata yang sudah aku tulis itu. BUKAN mengawali sebuah tulisan.

Begitulah yang biasa aku lakukan. Jika kamu mempunyai penyakit yang tidak sejenis denganku, maka obat yang kamu perlukan mungkin berbeda. Ya itu jika kamu merasa SAKIT sih. Jika kamu tidak merasa sakit ya tidak apa-apa. BEBAS MERDEKA kok.

Mulai sekarang, ketahuilah apa yang sebenarnya kamu rasa, apa yang sebenarnya kamu inginkan, lalu WUJUDKAN!! 



edy arif tirtana



Poskan Komentar