Rss Feed
Rss Feed

Senin, 09 April 2012

LIF: TRAGEDI JALAN MELATI #4


TRAGEDI JALAN MELATI 
Hari ini kuliah siang, so bisa agak santai. Gara-gara tadi malem pulang agak malem, kakak udah pulang kekampung apa belum ya ? tadi malem katanya pulang pagi-pagi, karena kak Adi meminta Kakak untuk bermalam dirumahnya. Kubuka pintu kamar terlihat Afi dan Nita duduk didepan televisi menyaksikan acara musik yang disiarkan di salah satu stasiun televisi.
“Met pagi Dita...” Sapa Afi dan memasang senyum manis kepadaku.
“Pagi juga Fi..”
“Gak kuliah Dit ?” Tambah Nita.
“Ntar, jam sepuluh.. hari ini pada kuliah gak ?”
“Males gua, dosennya seenaknya ganti jam perkuliahan dengan alasan gak logis” Jawab Nita.
“Kalau Afi ?”
“Hari ini gak ada Dit, materinya udah habis, jadi udah gak ada kuliah lagi” Jelas si calon guru Matematika.
“Ouw… udah pada sarapan belum ?” Mereka kompak menggelengkan kepala.
“Pada mau sarapan kapan nich ?” Tanyaku lagi pada mereka.
“Sekarang jam berapa ?” Tanya Nita.
“Setengah delapan..” Jawab Afi.
“Kalian pada mau sarapan sekarang ?” Tanya Nita lagi.
“Aku agak ntar aja, kalau sarapan sekarang pas kuliah perutku keroncongan mikirnya makanan mulu” Jelas Nita, kalau aku harus sarapan kalau gak sarapan perut keroncongan.
Bunyi suara ponselku yang aku letakkan di meja kamarku, mungkin sms dari kakak, segera kubuka dan kubaca.
Ta, kakak udah nyampe rumah, tadi berangkat habis subuh.
Sebuah pesan singkat dari kakakku, kemudian kubalas.
Iya kak, salam kangen buat ibu ma ayah.
Tak lama kemudian ada balasan dari kakak
Yaa..
Jadi kangen sama ibu dan ayah, udah dua minggu aku gak pulang, tapi kemarin udah makan masakane mama, jadi agak mendinganlah…
Udah jam delapan, mau mandi dulu habis itu beli sarapan..
Masih kangen ma masakannya mama, tapi warung mbak Tik menunya juga kumayan koq.. gak ada yang kebih deket soalnya, he…
“Kalian pada mau beli sarapan bareng gak ? “ Tanyaku pada Afi dan Nita yang masih asyik menikmati acara televisi.
“Belinya sendirian Dit ?” Tanya Afi balik.
“Kalo kalian mau ikut, ya ayo...!”
“Kamu mau ikut gak Nit ?” Tanya Afi ke Nita.
“Gua nitip aja ya... males keluar nich...” Jawab Nita sambil merebahkan tubuhnya pada kursi malas.
“Ya udah kalo gitu, pengen menu apa Nit ?”
“Sama ma kalian ajalah biar gampang...”
Warung mbak Tik letaknya sekitar lima meter dari kontrakan kami. Pagi-pagi gini warung mbak Tik agak sepi, karena sudah lewat jam sarapan dan sebelum makan siang, seneng soalnya gak perlu antre panjang, hehehe...
Tapi kali ini warungnya mbak Tik koq rame, tumben nich ada apa ya...?
“Ta, tumben ya, warungnya mbak Tik rame jam segini...”
“Iya Fi, ibu-ibu semua pula, biasanya pada nunggu tukang sayur lewat dirumahnya bu Endang. Pindah lokasi kali ya..?”
Para ibu rumah tangga ini sepertinya sedang memperbincangkan sesuatu yang langka terjadi didaerah sini. Sayup-sayup terdengar tema obrolannya tentang pencuri yang tadi malam tertangkap oleh warga yang sedang jaga ronda.
“Mbak Dita, pesen apa ?” Pelayanan dari mbak Tik.
“Nasi rames tiga mbak…”
“Tumben rame ibu-ibu mbak..? biasanya anak kuliahan pada antri”
“Iya, soalnya tadi malam ada pencuri yang tertangkap sama warga mbak Dita,” Jawab mbak Tik sambil menambahkan kering tempe pada nasi pesanan kami.
“Ha.. pencuri ?” Aku dan Afi kompak. Karena di daerah sini terkenal keamanannya.
“Iya, tapi berhasil ditangkap sama para peronda koq, jadi sudah aman tetapi harus tetap waspada..” Terang mbak Tik pada kami.
“Ini lauknya apa mbak..?”
“Kakap goreng aja mbak Tik..” Jawabku ke mbak Tik. Aku dan Afi ngobrolin tentang pencurian semalam sampe kontrakan. Nita yang  tadinya asik nonton acara televisi penasaran dan ikut nimbrung pembicaraan kami.
“Kalian ngomongin apa sich ? koq pencuri-pencuri, apa ada yang kemalingan ?” Nita sambil meraih bungkusan yang kami bawa. Tumben banget kali ini dia ngrespon pembicaraan kami biasanya cuexnya minta ampun dech..
“Kata mbak Tik tadi malem ada maling di kompleks sini, kamu tahu pelakunya ? eh, tumbenan kamu nanya Nit ?” Jelas Afi ke Nita.
“Gak boleh apa ? gue kan anak hukum, yaw ajar donk kalau nanyain kalau ada maling beroprasi, apalagi berkeliarannya di kompleks kita. Harus mendapatkan informasi lebih nich.. korbanya siapa ? barang yang dicuri apa ? ketangkep apa lolos ?”
“Haduh Nita, kalau tanya satu persatu, biar narasumbernya gak bingung” Jawabku,tapi gak jawab pertanyaannya Nita. Habis banyak banget, itu nanya narasumber apa mengintrogasi tersangka.. namanya juga anak hukum.
“Menurut info yang didapat tadi malam ada pencuri di kompleks kita dan pelakunya sudah tertangkap oleh peronda tadi malem.” Jelas Afi, dengan gaya layaknya seorang guru yang menjelaskan mata pelajaran pada muridnya. Jadi pengen ketawa melihat tingkah Afi, hehehe...
###


hanum  yusuf

Posting Komentar